just walking in the earth to find happiness, prepare for hereafter, looking for Valentino Rossi
Selasa, 30 Oktober 2012
Rabu, 30 Mei 2012
Do'a
sering kali kita berdoa hanya untuk basa-basi, sebagai pelengkap
usai shalat, atau ritual seremonial yang terlanjur jadi kebiasaan.
Sama seperti ucapan syukur dan shalawat yang disampaikan dalam
pembukaan pidato, nyaris tak pakai hati, hanya mulut komat-kamit,
tetapi otak tak mengerti.
Padahal
doa ibarat senjata. Amat lucu jika kita berada dalam kondisi
peperangan dan memiliki senjata tapi tidak menggunakannya, atau
menggunakannya tapi hanya untuk ”pamer” alias basa-basi.
Nah,
bukankah setiap hari kita ”berperang”? Dengan hawa nafsu sendiri,
dengan kedzoliman orang lain, lalu mengapa kita tidak mempergunakan
”doa” sebagaimana mestinya?
Doa sebagai ”Senjata”
Apa
sih fungsi senjata? Tentu saja, senjata adalah alat untuk melindungi
diri sendiri, juga bisa dipergunakan untuk menyerang musuh, bahkan
senjata bisa juga dipergunakan untuk menolong orang lain, paling
minimal... senjata berfungsi memperlihatkan ”kesiagaan” pemiliknya,
sedia payung sebelum hujan, sedia senjata sebelum diserang, begitulah
kira-kira.
Mungkin
ada di antara kita yang bertanya, mengapa kita harus memiliki
”senjata” doa? Bukankah kita sudah shalat, puasa, zakat, bahkan haji,
sudah cukuplah ibadah tersebut melindungi kita dunia-akhirat.
Eit,
siapa bilang! Berikut ini adalah beberapa alasan kita harus berdoa,
semoga bisa membuat kita tergerak untuk mendayagunakan kekuatan doa:
1. Doa merupakan perintah Allah SWT.
“Dan Rabb
kalian telah berfirman: “Berdoalah kalian kepada-Ku, niscaya akan Aku
kabulkan bagi kalian. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri
dari menyembah-Ku (berdo’a kepada-Ku) akan masuk neraka jahanam dalam
keadaan hina dina.” (Ghafir: 60)
Logikanya,
jika Allah SWT. meminta kita berdoa kepada-Nya, tapi kita malah tidak
melakukannya, berarti kita telah menyepelekan perintah-Nya, wajar saja
kalau dalam ayat tersebut Allah menyatakan bahwa orang-orang yang tidak
mau berdoa pada-Nya adalah orang yang menyombongkan diri, karena
seperti merasa tidak membutuhkan pertolongan dari Allah.
Kamis, 24 Mei 2012
RPP PPL 1
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas/Semester : VII/II
Alokasi
Waktu : 1x30
menit ( 1x Pertemuan )
1.
Standar
Kompetensi : Membiasakan
Menghindari Hal yang Merusak Iman
2.
Kompetensi
Dasar :
2.1 Menjelaskan
pengertian dan pentingnya menghindari Nifaq, Riddah, Fasiq.
2.2 Mengidentifikasi
bentuk dan contoh perilaku Nifaq, Riddah, Fasiq.
2.3 Menunjukkan
nilai negatif dari perilaku Nifaq, Riddah, Fasiq.
2.4 Membiasakan
menjauhi perilaku hal-hal yang merusak iman dalam kehidupan sehari-hari.
3.
Indikator
3.1 Menjelaskan
Penngertian Nifaq, Riddah, Fasiq.
3.2 Menyebutkan
bentuk dan contoh perilaku Nifaq, Riddah, Fasiq.
3.3 Menunjukkan
nilai negatif dari perilaku Nifaq, Riddah, Fasiq dalam Fenomena Kehidupan.
4.
Tujuan
Pembelajaran
Siswa dapat:
4.1 Menjelaskan
pengertian dan pentingnya menghindari Nifaq, Riddah, Fasiq.
4.2 Menunjukkan
contoh perilaku Nifaq, Riddah, Fasiq.
4.3 Memahami
nilai-nilai negatif dari Nifaq, Riddah, Fasiq.
4.4 Mampu
menjelaskan dan menghindari perilaku Nifaq, Riddah, Fasiq dalam kehidupan
sehari-hari.
5.
Materi
Pembelajaran
5.1 Aqidah
(Hal-hal yang merusak Iman Nifaq, Riddah, Fasiq).
5.2 Bentuk
dan contoh perilaku Nifaq, Riddah, Fasiq.
5.3 Nilai-nilai
negatif dari Nifaq, Riddah, Fasiq.
6.
Metode
Pembelajaran
6.1 Ceramah:
Guru menyampaikan
materi secara garis besar.
6.2 Tanya
Jawab:
Siswa mengadakan tanya
jawab tentang Nifaq, Riddah, Fasiq.
6.3 Cooperatif
Intregated Reading and Composition (CIRC) kooperatif terpadu membaca dan
menulis.
Guru memberikan wacana/
kliping sesuai dengan topik pembelajaran dan kemudian siswa mempresentasikan hasil
tugasnya.
7.
Langkah-langkah
Kegiatan Pembelajaran.
7.1 Kegiatan
Pendahuluan:
a. Guru
memberikan salam, membaca do’a sebelum memulai pembelajaran bersama-sama.
b. Membacakan
materi dan kompetensi yang akan dicapai secara singkat.
7.2 Kegiatan
Inti:
a. Guru
menyampaikan materi tentang hal yang merusak iman, Nifaq, Riddah, dan Fasiq.
b. Siswa
mengadakan tanya jawab tentang hal yang merusak iman, Nifaq, Riddah, dan Fasiq.
c. Menggunakan
metode pembelajaran Cooperatif Integrated Reading and Composition (CIRC).
1. Membentuk
kelompok yang anggotanya 4-5 orang secara heterogen.
2. Guru
memberikan wacana/ kliping tentang nifaq, riddah, dan faiq.
3. Siswa
saling bekerjasama membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan
terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas.
4. Mempresentasikan/
membacakan hasil kelompok
5. Guru
membuat kesimpulan bersama.
6.
7.3 Kegiatan
Penutup:
a. Guru
memberikan kesimpulan tentang nifaq, riddah, dan fasiq.
b. Membaca
do’a bersama-sama sebelum mengakhiri pembelajaran.
8.
Alat/Sumber Belajar
1. Departemen
Agama, 1995, Al Qur’an dan Terjemahnya,
Semarang, PT. Tanjung Mas Inti.
2. Tim,
2009, Pendidikan Al Islam Kelas VII
SMP/MTS Muhammadiyah, Malang, UMM Press
9.
Penilaian
1. Teknik Penilaian : Tes
Tulis.
2.
Bentuk
Instrumen : Uraian dan Diskusi
Kelompok.
3. Soal/Instrumen :
Terlampir.
a.
Soal/instrumen
a. Jawablah
pertanyaan ini dengan singkat dan jelas!
1. Jelaskan
pengertian nifaq dan tunjukkan dalilnya!
2. Jelaskan
pengertian riddah dan keburukannya!
3. Jelaskan
pengertian fasiq dan pentingnya menghindari fasiq dalam kehidupan sehari-hari.
b. Aspek
Penguasaan Konsep (Kognitif).
Jawablah
pertanyaan di bawah ini dengan benar !
1. Bagaimanakah contoh perilaku orang yang munafik?
2. Berilah
contoh satu perbuatan yang menunjukkan perilaku riddah!
3. Mengapa sikap fasiq, harus dihindarkan dari semua keluaraga
muslim?
Jember....,................2011
Mengetahui,
Kepala
Sekolah
Guru PAI
(.....................)
(...................)
Man is Being Tested
God created everything according to His divine wisdom, and has rendered many things to men's service.
Clearly, many things in the universe from the solar system to the ratio of oxygen in the atmosphere.
From the animals that provide us meat and meat and milk to water, have been created to serve man.
If this fact is recognized to be evident, it follows that it is illogical to think this life has no purpose. Definitely
there is a purpose to this life, explained by God as following:
" I only created jinn and man to worship Me" ( Ad dzariat 56)
Only a minority of humanity understand this purpose of creation and lead their lives thereby. God has granted us
life on earth to test whether or not we will conform this very purpose. Those who sincerely serve God, and those who rebble against Him, will be distinguished from one another in this world. All those blessing (his body, property, sense....) given to mens in this world, are a means by which God test him. in a verse of the Qur'an, God relates the following:
" We created man from a mingle drop to test him. We made him hearing and seeing ( Al Insan 2)
Langganan:
Postingan (Atom)



